Minggu, 15 Juni 2014

SOME YEARS WITH WOLF

Some years with WOLF
Memang sebenarnya bukan hanya sebatas berapa lama kita telah bersama-sama, menjalani kehidupan yang kadang membosankan disuatu tempat secara terus-menerus. Bahkan waktu benar-benar tidak penting lagi untuk sekadar kita ingat jelas tepatnya. Tapi cukuplah kita sama-sama tahu satu hal, bahwa waktu yang telah terlewat tidak bisa dikatakan singkat dan tidak akan pernah terulang.
Jangan membicarakan soal waktu jika kita tidak pernah tahu apa definisi dari waktu tersebut. Persetan tentang definsi dan semacamnya, hanya orang-orang konyol sajalah yang mementingkan itu semua. Tapi kita tidak, kita menghargai waktu dengan melewatinya tanpa celah. Mungkin tanpa tawa, tetapi mengundang segala emosi yang tidak pernah kita sadari dari mana asalnya. Kendati waktu terus memukul maju, kita tetap seperti ini. Waktu boleh mengurung kita. Tapi jauh-jauh hari kita telah siap dengan semuanya, bahwa waktu akan terus berjalan dan waktu untuk bersama mungkin tidak lagi panjang.  
Memori-memori itu kembali terngiang. Teringat betapa gembiranya kita pertamakali ditempatkan kedalam satu ruangan, dan satu keluarga yang sama. Walau beberapa orang pergi, digantikan orang-orang baru yang tentu saja belum kita tahu bagaimana sifatnya.Wolf. Begitulah setidaknya orang-orang mengenal kita. Kita bukannya tersohor dan termashyur atau apa. Hanya entah mengapa sulit sekali rasanya membuat orang-orang melupakan kita. Dan itu cukup membanggakan.
 Tempat ini terkadang penuh dengan senyuman. Walau beberapa orang tidak melakukannya dengan ketulusan. Tapi tak mengapa. Bukankah ketulusan akan tercipta seiring waktu berjalan? Ah, lagi-lagi waktu yang berbicara.
Kita selalu menyebut bahwa kita adalah orang-orang yang beruntung. Sumpah demi apapun kita memang benar beruntung. Beruntung memiliki tempat ini-atau yang biasa kita sebut dengan kelas-sebagai tempat kita bernaung, mengenal dan mengetahui watak alami satu sama lain serta berbagi cerita yang tidak akan ada habisnya.
Seseorang pernah bertanya-what is the most moment interesting u get in your class-pada saya dan secara gamblang saya berkata dengan tenang bahwa semua-saat-saat kita bersama-adalah saat-saat yang menarik dan berkesan bagi saya. Tetapi seseorang itu kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama, berpikir mungkin saya hanya mengambil jawaban aman atau apapun itu. Saat itu saya benar-benar berpikir, seseorang ini mungkin tidak mengerti apa itu ‘semuanya’. 
Saya juga pernah dengar dari seseorang suatu kali. Bahwa kemanapun kita pergi, kita tetap akan kembali kesini. Mungkin seseorang itu benar. Tidak bermaksud menepis kebenaran dan kesemuan. Jauh dilubuk hatinya, seseorang itu hanya ingin melihat kita bersama. Fakta itu cukup membuat roma meremang. Mungkin terdengar hanya sebagai omongan semata yang mengatakan seakan-akan kita tidak akan mampu untuk pergi dan berjalan dengan kedua kaki kita sendiri. Tetapi itu adalah sebuah pengharapan. Ya, pegharapan yang cukup sulit untuk menjadi kenyataan.
Tetapi entah mengapa hal itulah yang membuat saya ingin pergi. Mensisihkan kata ‘berpisah’ yang mungkin sedikit banyak akan meluluhlantakkan kata ‘pergi’ dan mengguncang jiwa untuk tetap tinggal. Tidak tahu mengapa tinggal adalah pilihan yang sulit bagi saya. Apa yang membuat saya untuk menoleh kebelakang saja rasanya menyakitkan dan terus berlari walau lelah? Mungkin beberapa orang bertanya mengapa saya ingin sekali untuk pergi. Bukankah semuanya terasa lebih mudah ketika saya tinggal? Tidak seperti itu, saya ingin pergi bukan untuk mencari perbedaan antara sulit dan mudahnya sesuatu tetapi untuk mengetahui sejauh apa saya akan bertahan untuk melangkah dan membuktikan bahwa dunia itu benar-benar luas bukan sekedar omong kosong belaka. Saya tahu, saya benar-benar tahu kita semua memiliki hak yang sama untuk mengetahui luasnya dunia bagaimanapun caranya. Tetapi saya hanya merasa, tetap tinggal bukan cara yang tepat untuk saya. Dan pergi adalah pilihan terakhir.
Ketika beberapa orang benar-benar pergi, kita bukanlah WOLF lagi disatu tempat. Kita bukan dua-puluh-delapan manusia dengan zona high emotional dan people with different character lagi diwaktu yang sama. Perlahan-lahan namun pasti, semua itu akan hilang. Entah bagi kita semua atau beberapa orang saja, semuanya sama-sama akan terasa menyakitkan.
Saya bukannya berlebihan atau apa. Saya menulis ini dengan hati terguncang. Saya ingat semuanya, kenangan-kenangan indah dan pahit secara bersamaan tentang kita. Saya menangis, mungkin saya memang belum mengetahui apakah saya benar-benar akan pergi atau tidak. Tetapi bagaimana jika saya pergi? Apa yang akan saya lakukan jika suatu hari nanti saya merindukan kalian? Saya tahu saya bisa kembali. Tapi bagaimana jika semuanya tidak lagi sama ketika saya kembali? Bagaimana jika nanti semuanya telah berubah? Tidak lagi seperti beberapa tahun yang lalu sampai hari ini? Tidak bisa. Saya tidak akan bisa membayangkan jika itu semua terjadi.
Maka berjanjilah pada saya. Sampai suatu hari jika WOLF benar-benar tidak ada lagi. Berjanjilah untuk tidak akan berubah. Tolong sisakan saja semua memori indah dan hapus kebalikannya. Jika suatu hari nanti kita berpisah, tolong jangan saling melupakan. Jika tidak ditempatkan kedalam satu ruangan lagi walau di sekolah yang sama. Jangan pernah melepaskan semua kenangan kita. Tetap saling menyapa setidaknya tersenyum saja ketika bertemu sudah cukup. Ingatlah bahwa dahulu kita pernah bersama-sama  mengatakan we are one dengan angkuhnya kepada semua orang. Persahabatan ini, keluarga ini, kenangan ini tidak akan pergi begitu saja dari hati kita semua. Berjanjilah sekali ini saja.
Saya mencintai kalian semua… Wolves
Jum’at 30/05/2014
       DHU



6 komentar:

  1. aaah you made me cry:" i think i am the only one who gets sad here TAT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menangislah Dinda. I dont know but i think all of wolves will sad like u. Sorry made u cry wolves.

      Hapus
  2. Aaaa~ aku sama cipe sampe merinding bacanya. Insya allah aku akan mengingat dan menata rapi semua kenangan tentang kita dalam hatiku yang terdalam (?) Karena kita telah menghabiskan hampir seluruh waktu yang tersisa bersama. "we are one, we are wolf auuu" hahay XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yosip thanks Rinaaaaa. Tapi Rina itu siapa ya? Wkwk~

      Hapus
    2. Yahh, jahat kamu nggak mengenalku, padahal kita bertemu setiap saat dan detik, dan aku dengan setianya akan selalu setia mendengarmu menyanyikan "naega animyon andwe" setiap saat.

      Hapus