Some years with WOLF
Memang
sebenarnya bukan hanya sebatas berapa lama kita telah bersama-sama, menjalani
kehidupan yang kadang membosankan disuatu tempat secara terus-menerus. Bahkan
waktu benar-benar tidak penting lagi untuk sekadar kita ingat jelas tepatnya.
Tapi cukuplah kita sama-sama tahu satu hal, bahwa waktu yang telah terlewat
tidak bisa dikatakan singkat dan tidak akan pernah terulang.
Jangan
membicarakan soal waktu jika kita tidak pernah tahu apa definisi dari waktu
tersebut. Persetan tentang definsi dan semacamnya, hanya orang-orang konyol
sajalah yang mementingkan itu semua. Tapi kita tidak, kita menghargai waktu
dengan melewatinya tanpa celah. Mungkin tanpa tawa, tetapi mengundang segala
emosi yang tidak pernah kita sadari dari mana asalnya. Kendati waktu terus
memukul maju, kita tetap seperti ini. Waktu boleh mengurung kita. Tapi
jauh-jauh hari kita telah siap dengan semuanya, bahwa waktu akan terus berjalan
dan waktu untuk bersama mungkin tidak lagi panjang.
Memori-memori
itu kembali terngiang. Teringat betapa gembiranya kita pertamakali ditempatkan
kedalam satu ruangan, dan satu keluarga yang sama. Walau beberapa orang pergi,
digantikan orang-orang baru yang tentu saja belum kita tahu bagaimana sifatnya.Wolf.
Begitulah setidaknya orang-orang mengenal kita. Kita bukannya tersohor dan
termashyur atau apa. Hanya entah mengapa sulit sekali rasanya membuat
orang-orang melupakan kita. Dan itu cukup membanggakan.
Tempat ini terkadang penuh dengan senyuman.
Walau beberapa orang tidak melakukannya dengan ketulusan. Tapi tak mengapa.
Bukankah ketulusan akan tercipta seiring waktu berjalan? Ah, lagi-lagi waktu
yang berbicara.
Kita
selalu menyebut bahwa kita adalah orang-orang yang beruntung. Sumpah demi
apapun kita memang benar beruntung. Beruntung memiliki tempat ini-atau yang
biasa kita sebut dengan kelas-sebagai
tempat kita bernaung, mengenal dan mengetahui watak alami satu sama lain serta
berbagi cerita yang tidak akan ada habisnya.
Seseorang
pernah bertanya-what is the most moment
interesting u get in your class-pada saya dan secara gamblang saya berkata
dengan tenang bahwa semua-saat-saat kita bersama-adalah saat-saat yang menarik
dan berkesan bagi saya. Tetapi seseorang itu kembali bertanya dengan pertanyaan
yang sama, berpikir mungkin saya hanya mengambil jawaban aman atau apapun itu.
Saat itu saya benar-benar berpikir, seseorang ini mungkin tidak mengerti apa
itu ‘semuanya’.
Saya juga
pernah dengar dari seseorang suatu kali. Bahwa kemanapun kita pergi, kita tetap
akan kembali kesini. Mungkin seseorang itu benar. Tidak bermaksud menepis
kebenaran dan kesemuan. Jauh dilubuk hatinya, seseorang itu hanya ingin melihat
kita bersama. Fakta itu cukup membuat roma meremang. Mungkin terdengar hanya
sebagai omongan semata yang mengatakan seakan-akan kita tidak akan mampu untuk
pergi dan berjalan dengan kedua kaki kita sendiri. Tetapi itu adalah sebuah
pengharapan. Ya, pegharapan yang cukup sulit untuk menjadi kenyataan.
Tetapi
entah mengapa hal itulah yang membuat saya ingin pergi. Mensisihkan kata ‘berpisah’
yang mungkin sedikit banyak akan meluluhlantakkan kata ‘pergi’ dan mengguncang
jiwa untuk tetap tinggal. Tidak tahu mengapa tinggal adalah pilihan yang sulit
bagi saya. Apa yang membuat saya untuk menoleh kebelakang saja rasanya
menyakitkan dan terus berlari walau lelah? Mungkin beberapa orang bertanya
mengapa saya ingin sekali untuk pergi. Bukankah semuanya terasa lebih mudah
ketika saya tinggal? Tidak seperti itu, saya ingin pergi bukan untuk mencari
perbedaan antara sulit dan mudahnya sesuatu tetapi untuk mengetahui sejauh apa
saya akan bertahan untuk melangkah dan membuktikan bahwa dunia itu benar-benar
luas bukan sekedar omong kosong belaka. Saya tahu, saya benar-benar tahu kita
semua memiliki hak yang sama untuk mengetahui luasnya dunia bagaimanapun
caranya. Tetapi saya hanya merasa, tetap tinggal bukan cara yang tepat untuk
saya. Dan pergi adalah pilihan terakhir.
Ketika
beberapa orang benar-benar pergi, kita bukanlah WOLF lagi disatu tempat. Kita
bukan dua-puluh-delapan manusia dengan zona high
emotional dan people with different
character lagi diwaktu yang sama. Perlahan-lahan namun pasti, semua itu
akan hilang. Entah bagi kita semua atau beberapa orang saja, semuanya sama-sama
akan terasa menyakitkan.
Saya
bukannya berlebihan atau apa. Saya menulis ini dengan hati terguncang. Saya
ingat semuanya, kenangan-kenangan indah dan pahit secara bersamaan tentang
kita. Saya menangis, mungkin saya memang belum mengetahui apakah saya
benar-benar akan pergi atau tidak. Tetapi bagaimana jika saya pergi? Apa yang
akan saya lakukan jika suatu hari nanti saya merindukan kalian? Saya tahu saya
bisa kembali. Tapi bagaimana jika semuanya tidak lagi sama ketika saya kembali?
Bagaimana jika nanti semuanya telah berubah? Tidak lagi seperti beberapa tahun
yang lalu sampai hari ini? Tidak bisa. Saya tidak akan bisa membayangkan jika
itu semua terjadi.
Maka
berjanjilah pada saya. Sampai suatu hari jika WOLF benar-benar tidak ada lagi.
Berjanjilah untuk tidak akan berubah. Tolong sisakan saja semua memori indah dan hapus kebalikannya. Jika suatu hari nanti kita berpisah, tolong jangan
saling melupakan. Jika tidak ditempatkan kedalam satu ruangan lagi walau di
sekolah yang sama. Jangan pernah melepaskan semua kenangan kita. Tetap saling
menyapa setidaknya tersenyum saja ketika bertemu sudah cukup. Ingatlah bahwa
dahulu kita pernah bersama-sama
mengatakan we are one dengan
angkuhnya kepada semua orang. Persahabatan ini, keluarga ini, kenangan ini
tidak akan pergi begitu saja dari hati kita semua. Berjanjilah sekali ini saja.
Saya mencintai kalian semua… Wolves
Jum’at 30/05/2014
DHU
aaah you made me cry:" i think i am the only one who gets sad here TAT
BalasHapusMenangislah Dinda. I dont know but i think all of wolves will sad like u. Sorry made u cry wolves.
HapusAaaa~ aku sama cipe sampe merinding bacanya. Insya allah aku akan mengingat dan menata rapi semua kenangan tentang kita dalam hatiku yang terdalam (?) Karena kita telah menghabiskan hampir seluruh waktu yang tersisa bersama. "we are one, we are wolf auuu" hahay XD
BalasHapusYosip thanks Rinaaaaa. Tapi Rina itu siapa ya? Wkwk~
HapusYahh, jahat kamu nggak mengenalku, padahal kita bertemu setiap saat dan detik, dan aku dengan setianya akan selalu setia mendengarmu menyanyikan "naega animyon andwe" setiap saat.
HapusUlpa aku terhura :"
BalasHapus